Oracle Hadapi Kritik Hebat Atas Kebocoran Data Pasien dan Cloud
Teknologi
Keamanan Siber
01 Apr 2025
111 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Oracle menghadapi kritik serius terkait transparansi dalam penanganan pelanggaran data.
Pelanggaran data di Oracle Health dapat mempengaruhi informasi pasien dan organisasi kesehatan.
Karyawan Oracle merasa tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai insiden yang terjadi.
Perusahaan teknologi besar Oracle sedang menghadapi kritik terkait penanganan dua kebocoran data yang tampaknya terpisah. Salah satu insiden melibatkan Oracle Health, yang merupakan anak perusahaan Oracle yang menyediakan teknologi untuk akses catatan kesehatan. Kebocoran ini terjadi pada awal tahun 2025, di mana peretas berhasil mengakses server Oracle dan mencuri data pasien. Beberapa rumah sakit yang menggunakan layanan Oracle Health telah diberitahu tentang kebocoran ini, dan ada laporan bahwa peretas mencoba memeras rumah sakit dengan meminta uang dalam jumlah besar.
Insiden kedua terkait dengan server Oracle Cloud, di mana seorang peretas mengklaim telah mendapatkan data dari 6 juta pelanggan Oracle Cloud, termasuk data autentikasi dan kata sandi terenkripsi. Meskipun beberapa pelanggan Oracle mengonfirmasi bahwa data yang dibagikan oleh peretas tampak asli, Oracle tetap membantah bahwa telah terjadi kebocoran. Mereka menyatakan bahwa tidak ada pelanggan Oracle Cloud yang kehilangan data.
Para ahli keamanan siber mengkritik Oracle karena kurang transparan dalam mengkomunikasikan masalah ini kepada pelanggan dan publik. Mereka menekankan pentingnya Oracle untuk menjelaskan apa yang terjadi dan bagaimana hal itu mempengaruhi pelanggan, agar kepercayaan dapat terjaga.
Analisis Ahli
Kevin Beaumont
Oracle mencoba berkelit dengan kata-kata khusus untuk menghindari tanggung jawab, hal ini sangat tidak bisa diterima dalam insiden keamanan siber yang serius dan pelanggan berhak mendapatkan transparansi penuh.Lisa Forte
Jika kebocoran data ini benar, maka ini akan menjadi masalah besar untuk reputasi Oracle dan menunjukkan kelemahan serius dalam manajemen keamanan mereka.
