Peretas Clop Manfaatkan Celah Oracle E-Business Kuras Data Perusahaan
Teknologi
Keamanan Siber
10 Okt 2025
287 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kelompok Clop telah mencuri data dari banyak organisasi dengan mengeksploitasi kerentanan Oracle.
Oracle mengakui bahwa kerentanan dalam perangkat lunak mereka masih dieksploitasi oleh peretas.
Google memberikan informasi penting untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi potensi serangan.
Google mengungkap bahwa kelompok peretas Clop melakukan serangan siber dengan menargetkan eksekutif perusahaan melalui email pemerasan dan memanfaatkan kerentanan di perangkat lunak Oracle E-Business Suite. Serangan ini memungkinkan mereka mencuri sejumlah besar data sensitif dari berbagai perusahaan.
Perangkat lunak Oracle E-Business Suite sering digunakan untuk mengelola data penting perusahaan, termasuk data pelanggan dan data karyawan. Serangan ini telah terjadi sejak Juli, jauh sebelum terdeteksi, menunjukkan bahwa kelompok peretas berhasil melakukan penyusupan secara diam-diam selama berbulan-bulan.
Oracle awalnya mengklaim telah memperbaiki celah keamanan tersebut dengan rilis patch pada Juli. Namun, dalam pengumuman terbaru, terungkap ada zero-day exploit yang membuat peretas bisa masuk tanpa memerlukan username dan password. Hal ini membuka peluang akses yang sangat besar untuk melakukan pencurian data.
Google bahkan menyediakan informasi teknis, termasuk alamat email dan indikator khusus, untuk membantu perusahaan dan profesional keamanan jaringan mendeteksi dan mencegah bentuk serangan tersebut agar data perusahaan tidak terus dibocorkan.
Kejadian ini menegaskan pentingnya perusahaan untuk melakukan pemantauan keamanan secara intensif dan vendor perangkat lunak harus bergerak cepat serta transparan dalam menangani kerentanan demi melindungi data dan kepercayaan pengguna.
Analisis Ahli
Brian Krebs
Insiden ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan pemantauan keamanan berkelanjutan dan respon cepat terhadap kerentanan kritis di perangkat lunak perusahaan.Mikko Hypponen
Zero-day exploit yang digunakan kelompok Clop merupakan contoh klasik bagaimana pelaku kejahatan siber selalu mencari celah yang belum diperbaiki untuk meningkatkan dampak serangan mereka.

