Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Turun Meski Trump Ancam Tarif Pembeli Minyak Rusia

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
31 Mar 2025
1210 dibaca
1 menit
Harga Minyak Turun Meski Trump Ancam Tarif Pembeli Minyak Rusia

TLDR

Harga minyak dipengaruhi oleh kebijakan geopolitik dan keputusan OPEC+.
Ancaman tarif oleh Donald Trump menunjukkan ketegangan antara AS dan Rusia.
Kendala dalam ekspor minyak dari Kurdistan dapat mempengaruhi pasokan minyak global.
Harga minyak mengalami penurunan pada Senin, 31 Maret 2025, meskipun Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif tinggi bagi negara yang membeli minyak dari Rusia. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian mengenai kebijakan AS dan rencana OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyak mulai bulan April. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) ditutup di US$73,49 per barel, sementara harga minyak Brent bervariasi antara US$72,59 hingga US$73,71 per barel.Trump menyatakan kekecewaannya terhadap Rusia dan ingin menekan mereka agar menghentikan perang di Ukraina. Namun, banyak pelaku pasar meragukan apakah kebijakan tersebut akan diterapkan dalam waktu dekat. Analis mengatakan bahwa meskipun komentar Trump seharusnya mendukung harga minyak, kekhawatiran tentang kebijakan dan peningkatan produksi OPEC+ membuat investor tetap berhati-hati.Selain itu, ada juga masalah dalam negosiasi antara Irak dan Turki mengenai ekspor minyak dari Kurdistan, yang menghambat aliran minyak ke pelabuhan. Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pasar, diperkirakan harga minyak WTI akan tetap berada di kisaran US$65 hingga US$75 per barel dalam waktu dekat. Investor akan terus memantau perkembangan kebijakan Trump dan situasi geopolitik lainnya yang dapat mempengaruhi harga minyak.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.