Harga Minyak Stagnan: Gencatan Senjata Rusia-Ukraina dan Tarif AS Hambat Pasokan
Bisnis
Ekonomi Makro
26 Mar 2025
272 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina dapat mempengaruhi stabilitas harga minyak.
Ancaman tarif AS terhadap Venezuela berpotensi mengganggu pasokan minyak global.
OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi minyak untuk menjaga keseimbangan pasar.
Harga minyak mentah dunia mengalami perubahan yang bervariasi pada perdagangan Rabu (26/3/2025). Harga minyak Brent sedikit naik menjadi US$ 73,36 per barel, sementara harga West Texas Intermediate (WTI) turun menjadi US$ 69,34 per barel. Hal ini dipengaruhi oleh gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina di sektor energi, yang membuat pasar lebih tenang. Namun, ada kekhawatiran tentang tarif yang akan dikenakan oleh Amerika Serikat terhadap negara yang membeli minyak dari Venezuela, yang bisa mengganggu pasokan minyak global.
Selain itu, Amerika Serikat juga memperketat sanksi terhadap Iran, yang dapat membatasi ekspor minyak dari negara tersebut. OPEC+ diperkirakan akan tetap meningkatkan produksi minyak dalam dua bulan ke depan, tetapi beberapa anggota mungkin perlu menyesuaikan output untuk menjaga harga tetap stabil. Para analis percaya bahwa meskipun ada risiko dari ketidakpastian permintaan global dan sanksi, pasokan minyak akan tetap baik tahun ini. Investor dan pelaku pasar terus memantau perkembangan kebijakan AS dan situasi di Rusia-Ukraina.
Analisis Ahli
Daniel Yergin
Kebijakan geopolitik AS yang membatasi impor minyak dari Venezuela dan Iran akan mempersempit pasar global, sementara kesepakatan gencatan senjata adalah sinyal positif namun perubahan nyata memerlukan waktu lama.Fatih Birol
Pasokan minyak bisa tetap stabil jika OPEC+ mampu mengelola produksi secara fleksibel, namun risiko gangguan sanksi membuat pasar menghadapi ketidakpastian signifikan di 2025.
