AI summary
Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan akibat kekhawatiran terhadap pasokan global. Kebijakan perdagangan AS terhadap Venezuela dan Iran berpotensi mengganggu arus perdagangan minyak. Penurunan stok minyak mentah AS menunjukkan adanya permintaan yang lebih kuat dari pasar. Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan yang signifikan, mencapai level tertinggi dalam empat pekan terakhir. Kenaikan ini disebabkan oleh kekhawatiran akan pengetatan pasokan minyak global dan kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang mengancam akan mengenakan tarif tinggi terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Venezuela. Harga minyak mentah Brent ditutup di US$73,94 per barel, sedangkan minyak WTI di US$69,85 per barel. Selain itu, stok minyak mentah di AS juga turun lebih dari yang diperkirakan, menunjukkan adanya permintaan yang kuat.Meskipun ada kesepakatan antara AS, Ukraina, dan Rusia untuk meredakan ketegangan, risiko perdagangan global masih dapat mempengaruhi harga minyak ke depan. Secara teknikal, harga minyak WTI diperkirakan akan menghadapi level support di kisaran US$65,58 - US$61,80 dan level resisten di US$73,80 - US$77,10. Sementara itu, harga minyak Brent diperkirakan akan terus menguat karena pasokan yang ketat dan permintaan energi yang meningkat.
Kebijakan tarif AS terhadap impor minyak Venezuela dan sanksi terhadap Iran jelas memperketat pasokan global, sehingga memicu kenaikan harga minyak. Namun, upaya Arab Saudi untuk menambah produksi mungkin dapat menahan kenaikan harga secara berlebihan dalam jangka menengah.