Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tarif AS Picu Penurunan Saham Global dan Rekor Baru Harga Emas

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (12mo ago) macro-economics (12mo ago)
28 Mar 2025
263 dibaca
1 menit
Tarif AS Picu Penurunan Saham Global dan Rekor Baru Harga Emas

Rangkuman 15 Detik

Kekhawatiran akan perang dagang mempengaruhi pasar saham global.
Harga emas mencapai rekor tertinggi sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi.
Strategi tarif yang diterapkan oleh Trump dapat memiliki dampak yang lebih luas pada ekonomi.
Indeks saham global mengalami penurunan pada hari Jumat, sementara harga emas mencapai rekor tertinggi baru. Penurunan ini disebabkan oleh kekhawatiran akan perang dagang yang mungkin terjadi akibat keputusan tarif dari Presiden AS, Donald Trump. Tarif 25% untuk impor mobil dan rencana tarif yang lebih luas yang akan diumumkan minggu depan membuat para investor cemas. Di Wall Street, semua indeks utama mengalami kerugian, terutama di sektor layanan komunikasi, konsumen, teknologi, dan keuangan. Indeks STOXX 600 di Eropa juga turun 0,77% dan mengalami penurunan mingguan sebesar 1,39%, dengan sektor mobil dan suku cadang yang turun hampir 1%. Sementara itu, indeks MSCI yang mencakup saham global turun 1,58% dan diperkirakan akan mengakhiri minggu dengan penurunan 1,45%. Michael Metcalfe, kepala strategi makro global di State Street, menyatakan bahwa tarif mobil AS lebih agresif dari yang diperkirakan, dan hal ini membuat investor merasa ragu. Di sisi lain, harga emas mencapai puncak baru di Rp 51.54 juta ($3,086) .70 per ons, naik 0,94% karena ketidakpastian akibat perang dagang. Emas kini telah naik lebih dari 17% dalam kuartal ini, yang merupakan kinerja kuartalan terbaik sejak tahun 1986.

Analisis Ahli

Michael Metcalfe
Tarif mobil AS yang agresif tanpa pengecualian untuk negara tetangga menunjukkan sikap keras Washington yang bisa memperburuk kondisi pasar jika kebijakan tarif yang lebih luas diterapkan.