Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Cabai Rawit Melonjak Tinggi Jelang Lebaran, Pemerintah Lakukan Stabilkan Pangan

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
27 Mar 2025
208 dibaca
1 menit
Harga Cabai Rawit Melonjak Tinggi Jelang Lebaran, Pemerintah Lakukan Stabilkan Pangan

AI summary

Harga cabai rawit merah tetap tinggi menjelang Lebaran.
Pemerintah berupaya menstabilkan harga pangan melalui berbagai program.
Masyarakat diimbau untuk berbelanja bijak dan tidak boros pangan.
Harga cabai rawit merah di Jakarta saat ini mencapai Rp 130.000 per kg dan sudah lebih dari sebulan tidak turun. Pedagang di Pasar Minggu mengungkapkan bahwa harga cabai dan bawang masih tinggi menjelang Lebaran 2025. Selain cabai rawit merah, harga cabai rawit hijau dan cabai keriting merah masing-masing stabil di Rp 80.000 per kg, sedangkan bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual seharga Rp 65.000 dan Rp 60.000 per kg.Pemerintah, melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, meminta Badan Pangan Nasional untuk mendistribusikan cabai ke daerah yang harganya tinggi. Selain itu, pemerintah juga melaksanakan program Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga pangan. Masyarakat diimbau untuk berbelanja bijak dan tidak melakukan panic buying, serta menghargai makanan dengan tidak menyisakan makanan saat Ramadan.

Experts Analysis

Tito Karnavian
Pentingnya peran Bapanas dalam mendistribusikan cabai secara langsung dapat menekan harga tinggi dan menjaga stabilitas pangan nasional selama masa kritis seperti Ramadan dan Lebaran.
Nita Yulianis
Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Pangan Murah adalah langkah konkret yang efektif untuk menstabilkan harga, namun kesadaran masyarakat dalam berbelanja bijak juga sangat diperlukan untuk keberhasilan program ini.
Editorial Note
Kenaikan harga cabai rawit merah yang berlangsung lama menunjukkan adanya permasalahan mendasar dalam distribusi dan pasokan yang belum sepenuhnya teratasi. Pemerintah perlu mengintensifkan koordinasi antara daerah produsen dan konsumen serta mendorong produksi lokal untuk mengurangi ketergantungan impor dan fluktuasi harga yang merugikan masyarakat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.