Harga Bawang Putih Melonjak, Pemerintah Dorong Realisasi Impor Segera
Bisnis
Ekonomi Makro
26 Mar 2025
204 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Harga bawang putih di Indonesia masih tinggi meskipun pemerintah telah menerbitkan izin impor.
Realisasi impor bawang putih terhambat oleh berbagai faktor, termasuk masalah pengiriman dan kebijakan pasar.
Kementerian Perdagangan berusaha mempercepat distribusi bawang putih untuk menstabilkan harga di pasaran.
Harga bawang putih di berbagai daerah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta dan Bogor, masih sangat tinggi, mencapai lebih dari Rp50.000 per kg, padahal harga acuan pemerintah hanya Rp38.000 per kg. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menjelaskan bahwa masalah utama adalah lambatnya realisasi impor bawang putih, meskipun semua izin impor untuk tahun 2025 sudah dikeluarkan. Pemerintah terus berupaya mempercepat distribusi bawang putih ke pasar agar harga bisa normal kembali.
Beberapa importir masih menunda impor bawang putih karena berbagai alasan, seperti masalah pengiriman dari China dan tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Meskipun total alokasi impor bawang putih tahun 2025 mencapai 226.101 ton, realisasinya baru mencapai 15,61%. Pemerintah telah memanggil para importir untuk segera merealisasikan impor dan mendistribusikannya agar ketersediaan bawang putih di pasar meningkat.
Analisis Ahli
Tommy Andana
Importir masih menunda impor karena ketidakpastian pasar dan kendala teknis, sehingga perlu kebijakan yang lebih konkret supaya operasi pasar dapat terlaksana dengan baik.Budi Santoso
Pemerintah terus mendorong realisasi impor untuk memperbaiki pasokan bawang putih di pasaran agar harga segera stabil.
