Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mali Prediksi Produksi Emas Membaik 2025 Meski Sengketa Barrick Belum Usai

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
26 Mar 2025
201 dibaca
1 menit
Mali Prediksi Produksi Emas Membaik 2025 Meski Sengketa Barrick Belum Usai

AI summary

Mali berharap untuk melihat pemulihan dalam produksi emas pada tahun 2025 jika operasi Barrick Gold dilanjutkan.
Barrick Gold terlibat dalam konflik dengan pemerintah Mali yang mengakibatkan penahanan karyawan dan penghentian operasi.
Mali juga mulai memproduksi lithium, menambah diversifikasi sumber daya alamnya.
Mali memprediksi akan ada sedikit peningkatan dalam produksi emas industri pada tahun 2025, terutama jika perusahaan tambang besar Barrick Gold dapat melanjutkan operasinya setelah terhenti selama beberapa bulan. Menurut dokumen dari kementerian pertambangan Mali, produksi emas diperkirakan mencapai 54,7 ton pada tahun 2025, setelah mengalami penurunan 23% menjadi 51,7 ton pada tahun 2024. Barrick Gold menghentikan operasinya di tambang Loulo-Gounkoto pada bulan Januari karena pemerintah Mali memblokir pengiriman dan menyita tiga ton emas.Barrick Gold telah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Mali untuk menyelesaikan sengketa pajak, tetapi kesepakatan tersebut belum disetujui. Dalam laporan tahunan terbaru, Barrick menyatakan bahwa mereka berharap dapat memulai kembali produksi di Mali pada tanggal 1 April, meskipun tidak ada jaminan bahwa kesepakatan definitif akan tercapai pada saat itu. Selain itu, Mali juga mulai memproduksi litium dengan dibukanya tambang Goulamina, yang diharapkan dapat menghasilkan 381.959 ton spodumen litium pada tahun 2025.

Experts Analysis

Mark Bristow
Operasi bisa dilanjutkan hanya jika ekspor emas memungkinkan, tapi kesepakatan akhir masih belum pasti.
Editorial Note
Konflik antara pemerintah yang berkuasa dan perusahaan internasional seperti Barrick Gold mencerminkan ketegangan tata kelola sumber daya alam yang sering terjadi di negara berkembang. Pemulihan produksi emas Mali sangat tergantung pada kemampuan kedua belah pihak mencapai kompromi tanpa mengorbankan stabilitas politik dan kepercayaan investor asing.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.