Penemuan Cadangan Lithium Raksasa di Salton Sea Bisa Ubah Masa Depan Energi AS
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
28 Mar 2025
222 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Salton Sea menyimpan cadangan lithium yang sangat besar, berpotensi mengubah industri energi bersih di AS.
Produksi lithium domestik dapat meningkatkan keamanan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Ekstraksi lithium dari Salton Sea menghadapi tantangan teknis dan lingkungan yang perlu diatasi.
Penemuan cadangan lithium yang besar di bawah Danau Salton di California bisa mengubah masa depan energi bersih di Amerika Serikat. Para ilmuwan menemukan sekitar 18 juta ton lithium, yang bernilai sekitar Rp 9.02 quadriliun ($540 miliar) , di area tersebut. Ini cukup untuk memproduksi baterai bagi 382 juta mobil listrik, lebih banyak daripada jumlah mobil yang ada di jalanan Amerika saat ini. Gubernur California, Gavin Newsom, menyebut Danau Salton sebagai "Arab Saudi lithium," menunjukkan potensi besar bagi AS untuk menjadi pemimpin dalam produksi lithium dan mengurangi ketergantungan pada impor dari negara lain, terutama China.
Namun, meskipun ada potensi besar, mengekstrak lithium dari Danau Salton tidaklah mudah. Prosesnya melibatkan pengeboran sumur geotermal yang dalam untuk mengambil brine kaya lithium, dan ada kekhawatiran tentang dampak lingkungan, seperti penggunaan air dan kesehatan ekosistem di daerah tersebut. Oleh karena itu, penting bagi para pembuat kebijakan dan ilmuwan untuk menemukan cara yang seimbang antara memanfaatkan peluang ekonomi dan menjaga lingkungan agar tetap aman.
Analisis Ahli
Michael McKibben
Deposit lithium di Salton Sea adalah salah satu yang terbesar di dunia dan dapat membuat AS sepenuhnya mandiri dalam produksi lithium, menghentikan ketergantungan impor dari Cina.

