Harga Minyak Stabil di Tengah Negosiasi Damai Rusia-Ukraina dan Kebijakan OPEC+
Bisnis
Ekonomi Makro
24 Mar 2025
273 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Harga minyak dipengaruhi oleh situasi geopolitik, terutama konflik Rusia-Ukraina.
Sanksi AS terhadap Iran dapat mempengaruhi pasokan minyak global.
OPEC+ terus berupaya mengatur produksi untuk menjaga stabilitas harga minyak.
Harga minyak mentah dunia stabil pada Senin (24/3/2025) karena perhatian investor meningkat terhadap perundingan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina. Harga minyak Brent berada di Rp 120.14 juta (US$71,94) per barel, sementara minyak WTI diperdagangkan di Rp 113.69 juta (US$68,08) per barel. Kenaikan harga minyak sebelumnya dipicu oleh sanksi baru AS terhadap Iran dan rencana OPEC+ untuk mengurangi produksi guna mengatasi kelebihan pasokan.
Delegasi AS dijadwalkan bertemu dengan pejabat Rusia untuk membahas perjanjian gencatan senjata, yang dapat mempengaruhi pasokan minyak global. Di sisi lain, produksi minyak Kazakhstan mencapai rekor tertinggi, melebihi kuota OPEC+. Meskipun ada sanksi baru terhadap Iran yang dapat mengurangi pengiriman minyak ke China, para pedagang percaya bahwa mereka akan menemukan cara untuk tetap mengalirkan minyak Iran ke pasar.
Analisis Ahli
Toshitaka Tazawa
Ekspektasi kemajuan dalam negosiasi damai Rusia-Ukraina serta potensi pelonggaran sanksi AS terhadap minyak Rusia memberikan tekanan pada harga minyak.
