Awas! Konsumsi Rumah Tangga Menurun Drastis Jelang Lebaran 2025
Bisnis
Ekonomi Makro
27 Mar 2025
105 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Konsumsi rumah tangga menjelang Lebaran 2025 menunjukkan anomali yang mengindikasikan lemahnya daya beli masyarakat.
Deflasi yang terjadi dipicu oleh diskon tarif listrik dan penurunan harga pada kelompok makanan.
Penurunan jumlah pemudik mencerminkan penurunan pendapatan yang dapat dibelanjakan oleh rumah tangga.
CORE Indonesia, sebuah lembaga think tank, mengungkapkan bahwa menjelang Lebaran 2025, ada kejanggalan dalam kondisi ekonomi Indonesia, terutama dalam konsumsi rumah tangga yang biasanya meningkat saat Ramadan. Data menunjukkan adanya deflasi, yaitu penurunan harga, yang terjadi pada kelompok makanan dan minuman, padahal biasanya harga cenderung naik menjelang Lebaran. Penjualan ritel juga mengalami penurunan, dan banyak orang yang tidak mudik ke kampung halaman, yang menunjukkan lemahnya daya beli masyarakat.
Penyebab dari masalah ini termasuk banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sulitnya mencari pekerjaan. Jika kondisi ini dibiarkan, bisa berdampak buruk pada ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. CORE memperingatkan bahwa rendahnya pendapatan dapat memicu masalah sosial di tengah meningkatnya biaya hidup.
Analisis Ahli
Febrio Kacaribu
Deflasi di bulan Februari adalah sinyal kuat perlunya kebijakan redistribusi pendapatan dan dukungan bagi konsumsi masyarakat agar tidak terjadi kontraksi ekonomi yang lebih dalam.Sri Mulyani
Memahami dinamika konsumsi menjelang Lebaran sangat penting untuk menyusun strategi fiskal yang efektif guna mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

