Kebangkrutan 23andMe: Waspada Privasi Data DNA Pelanggan Terancam
Teknologi
Keamanan Siber
25 Mar 2025
4 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebangkrutan 23andMe menimbulkan kekhawatiran tentang privasi data genetik pengguna.
Pengguna didorong untuk menghapus akun mereka sebagai langkah perlindungan terhadap potensi penyalahgunaan data.
Perlunya undang-undang yang lebih ketat untuk melindungi data genetik yang sensitif.
Jaksa Agung New York, Letitia James, mengingatkan pelanggan 23andMe untuk melindungi data pribadi mereka setelah perusahaan pengujian DNA itu mengajukan kebangkrutan. Banyak pengguna yang khawatir tentang bagaimana data mereka akan dikelola oleh pemilik baru, sehingga mereka mulai menghapus akun mereka sebagai langkah pencegahan. 23andMe, yang memiliki lebih dari 15 juta pelanggan, menyediakan informasi tentang asal-usul dan risiko genetik penyakit, tetapi juga menjual data genetik kepada perusahaan lain.
Meskipun 23andMe menyatakan bahwa kebangkrutan tidak akan mempengaruhi cara mereka menyimpan dan melindungi data pelanggan, ada kekhawatiran tentang perlindungan data di masa depan. Para ahli menyarankan agar pengguna lebih berhati-hati karena data genetik bersifat permanen dan sulit untuk dilindungi setelah bocor. Jaksa Agung California juga mendorong pelanggan untuk menghapus data genetik mereka karena situasi keuangan perusahaan yang tidak stabil.
Analisis Ahli
Adrianus Warmenhoven
Data genetika adalah aset bernilai tinggi dan ketika perusahaan bangkrut, data ini bisa dijual sehingga berpotensi membahayakan privasi pengguna.I. Glenn Cohen
Hukum tidak cukup jelas apakah pembeli baru harus memberikan hak opt-out kepada konsumen terkait data mereka, sehingga kemungkinan akan ada proses hukum yang rumit.Robert Klitzman
Data DNA bersifat permanen dan berbeda dengan data keuangan yang bisa diganti; regulasi yang jauh lebih baik diperlukan untuk perlindungan data ini.
