Presiden Prabowo Minta Struktur Komisaris BUMN Perbankan Jadi Lebih Ringkas dan Profesional
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
26 Mar 2025
105 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Struktur komisaris BUMN Perbankan akan dibuat lebih ringkas dan profesional.
Arahan dari Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk meningkatkan efisiensi manajemen BUMN.
Bank Mandiri dan Bank BRI menjadi contoh positif dalam penerapan struktur baru ini.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin menyederhanakan struktur komisaris di perusahaan BUMN perbankan. Hal ini bertujuan agar jumlah komisaris menjadi lebih sedikit dan diisi oleh orang-orang yang profesional. Contohnya, Bank Mandiri dan Bank BRI kini memiliki jumlah direksi dan komisaris yang lebih sesuai dibandingkan sebelumnya, dan perubahan ini mendapatkan respon positif dari pasar.
Airlangga menjelaskan bahwa dengan struktur yang lebih ringkas, BUMN diharapkan dapat dikelola dengan lebih baik. Meskipun ada pejabat dari Bank Indonesia yang menjadi komisaris independen di BRI, perwakilan dari kementerian juga masih diperbolehkan untuk mengisi posisi tersebut, asalkan mereka adalah orang-orang yang profesional.
Analisis Ahli
Ferry A. Julanto (Ekonom dan Praktisi Perbankan Indonesia)
Struktur komisaris yang lebih ringkas dan profesional tentu akan memperkuat tata kelola perusahaan BUMN perbankan, menciptakan nilai tambah dan kepercayaan investor serta masyarakat.


