Rupiah Tembus Rekor Terendah Intraday, Pemerintah Pastikan Fundamental Kuat
Bisnis
Ekonomi Makro
26 Mar 2025
58 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Rupiah mengalami pelemahan yang signifikan terhadap dolar AS.
Fundamental ekonomi Indonesia dianggap tetap kuat meskipun ada tekanan pada nilai tukar.
Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas rupiah.
Pada tanggal 25 Maret 2025, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan yang signifikan, mencapai Rp 16.640 per dolar. Ini merupakan posisi terendah dalam sejarah, bahkan lebih rendah dari titik terendah sebelumnya pada Maret 2020. Meskipun demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap kuat dan bahwa penurunan ini lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal.
Airlangga juga menegaskan bahwa menjaga stabilitas rupiah adalah tugas Bank Indonesia. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai situasi ini.
Analisis Ahli
Boediono
Volatilitas rupiah yang saat ini terjadi adalah bagian dari dinamika pasar yang wajar, dan penting bagi BI untuk melakukan intervensi tepat waktu agar stabilitas tercapai tanpa mengganggu kebijakan moneter.Sri Mulyani Indrawati
Meskipun nilai tukar berfluktuasi, fokus pemerintah tetap pada penguatan ekonomi makro dan menjaga kepercayaan investor jangka panjang.

