TLDR
Rupiah mengalami pelemahan terdalam sepanjang sejarah terhadap dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh aksi profit taking investor dan ketidakpastian pasar. Cadangan devisa Indonesia masih cukup kuat untuk mencegah dolar AS mencapai Rp 17.000. Rupiah, mata uang Indonesia, mengalami penurunan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mencapai level terendah baru di Rp16.640 per dolar AS. Penurunan ini disebabkan oleh investor yang mengambil keuntungan menjelang libur panjang, serta meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran utang dan impor. Meskipun ada kekhawatiran tentang ketidakpastian di pasar, seorang ekonom dari Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, percaya bahwa rupiah tidak akan mencapai Rp17.000 karena cadangan devisa Indonesia masih cukup besar.Myrdal juga memperkirakan bahwa arus modal keluar dari Indonesia, terutama di pasar saham, akan terus berlanjut, dengan kemungkinan mencapai US$ 2,5 miliar tahun ini. Meskipun ada potensi di pasar obligasi, saat ini posisi obligasi masih positif. Secara keseluruhan, Myrdal yakin bahwa rupiah tidak akan melewati level Rp17.000 dalam waktu dekat.