Federal Reserve Hampir Pulih dari Kerugian Besar dan Siap Raup Keuntungan Lagi
Finansial
Kebijakan Fiskal
25 Mar 2025
210 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Federal Reserve hampir keluar dari kerugian dan dapat mulai menghasilkan laba lagi.
Kenaikan suku bunga yang agresif sebelumnya menyebabkan kerugian besar bagi Federal Reserve.
Aset tertunda menunjukkan kerugian yang harus dibayar sebelum laba dapat dikembalikan ke Treasury.
Federal Reserve (Fed) tampaknya akan segera mengakhiri periode kerugian yang panjang, menurut analis dari Morgan Stanley. Kerugian ini terjadi karena kenaikan suku bunga yang agresif dalam tiga tahun terakhir, yang membuat pendapatan Fed dari investasi tidak cukup untuk menutupi biaya yang harus dibayarkan. Namun, dengan penurunan suku bunga saat ini, Fed diperkirakan akan mulai menghasilkan keuntungan lagi. Morgan Stanley menyebutkan bahwa ada "tingkat impas" di mana pendapatan Fed dari obligasi yang dimilikinya seimbang dengan biaya yang dikeluarkan.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa kerugian Fed untuk tahun 2024 lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp 1.29 quadriliun ($77,5 miliar) dibandingkan Rp 1.91 quadriliun ($114,6 miliar) pada 2023. Meskipun kerugian ini tidak mempengaruhi kemampuan Fed dalam menjalankan kebijakan moneter, mereka harus membayar utang kerugian ini sebelum bisa mengembalikan keuntungan ke Departemen Keuangan. Diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun untuk melunasi utang tersebut, tetapi jika prediksi Morgan Stanley benar, Fed mungkin akan segera mulai menghasilkan keuntungan lagi.
Analisis Ahli
Michael S. Derby
Kerugian besar Fed bukanlah tanda kelemahan operasional karena kehilangan kontrol kebijakan moneter; melainkan akibat teknis dari siklus kenaikan suku bunga yang agresif.Ekonom Morgan Stanley
Breakeven rate sekitar 4,8% adalah indikator penting yang menunjukkan bagaimana Fed bisa mulai menghasilkan keuntungan lagi dan menuding ke arah penghentian kerugian berkelanjutan.