Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Fed Perlambat Pengurangan Neraca Keuangan Jelang Kesepakatan Plafon Utang AS

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
20 Mar 2025
125 dibaca
1 menit
Fed Perlambat Pengurangan Neraca Keuangan Jelang Kesepakatan Plafon Utang AS

AI summary

Federal Reserve mengurangi kecepatan pengurangan saldo untuk menghindari ketidakstabilan di pasar uang.
Keputusan ini diambil menjelang negosiasi batas utang pemerintah yang dapat mempengaruhi likuiditas.
Ada perbedaan pendapat di antara pejabat Federal Reserve mengenai kebijakan pengurangan saldo.
Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat akan mulai mengurangi jumlah obligasi yang dimilikinya dengan lebih lambat mulai bulan depan. Mereka akan menurunkan batas jumlah obligasi pemerintah yang bisa jatuh tempo tanpa diinvestasikan kembali dari $25 miliar menjadi $5 miliar. Sementara itu, batas untuk sekuritas berbasis hipotek tetap di $35 miliar. Ketua Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa mereka melihat tanda-tanda ketatnya pasar uang, meskipun cadangan uang di sistem keuangan masih banyak.Keputusan ini diambil saat para pembuat undang-undang sedang berusaha mencapai kesepakatan mengenai batas utang pemerintah. Fed telah mengurangi kepemilikan obligasinya sejak Juni 2022 dalam proses yang disebut quantitative tightening (QT). Beberapa analis berpendapat bahwa penurunan batas ini memungkinkan Fed untuk mempercepat pengurangan kepemilikan setelah masalah batas utang diselesaikan.

Experts Analysis

Gennadiy Goldberg
Penurunan cap pengurangan Treasury menjadi 5 miliar dolar adalah strategi untuk memudahkan Fed mempercepat pengurangan kembali setelah masalah plafon utang selesai, menunjukkan kesiapan untuk respons dinamis terhadap kondisi pasar.
Editorial Note
Perlambatan pengurangan neraca oleh Federal Reserve adalah langkah strategis yang realistis mengingat kondisi politik dan pasar saat ini; hal ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter tidak bisa berjalan sendiri tanpa mempertimbangkan dinamika fiskal dan politik. Namun, Fed harus tetap waspada agar tidak menciptakan ketidakseimbangan likuiditas yang bisa memicu volatilitas pasar keuangan di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.