Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kebijakan Tarif Trump Picu Risiko Stagflasi Ringan di Ekonomi AS

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (12mo ago) macro-economics (12mo ago)
26 Mar 2025
117 dibaca
1 menit
Kebijakan Tarif Trump Picu Risiko Stagflasi Ringan di Ekonomi AS

Rangkuman 15 Detik

Kebijakan ekonomi Trump berpotensi menyebabkan stagflasi dengan inflasi dan pengangguran yang tinggi.
Federal Reserve mengantisipasi pertumbuhan ekonomi yang melambat dan inflasi yang meningkat.
Ketidakpastian mengenai dampak tarif masih menjadi perhatian utama bagi para ekonom.
Kebijakan ekonomi dan imigrasi Presiden AS Donald Trump menghadapi tantangan, dengan beberapa ekonom menyebutkan adanya kemungkinan 'stagflasi ringan', yaitu kondisi di mana inflasi dan pengangguran tinggi terjadi bersamaan. Meskipun pemerintah Trump berharap tarif dan pemotongan pajak dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan menurunkan inflasi, banyak ekonom justru memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat dan inflasi akan meningkat. Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa situasi saat ini berbeda dari stagflasi di tahun 1970-an dan mereka akan terus memantau inflasi dengan hati-hati. Ia percaya bahwa inflasi yang mendasari masih dalam kisaran yang dapat dikendalikan, meskipun ada kekhawatiran tentang dampak tarif yang lebih tinggi terhadap harga dan produksi.

Analisis Ahli

Austan Goolsbee
Tarif yang lebih tinggi menaikkan harga dan mengurangi produksi sehingga itu merupakan dorongan stagflasi.
Jerome Powell
Inflasi yang mendasarinya masih berjalan dalam kisaran dua digit, dengan kemungkinan sedikit peningkatan terkait tarif, namun situasi saat ini tidak sama dengan stagflasi tahun 70-an.