Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Dampak Tarif Trump: Resesi AS dan Risiko Suku Bunga Tetap Tinggi

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
19 Mar 2025
75 dibaca
1 menit
Dampak Tarif Trump: Resesi AS dan Risiko Suku Bunga Tetap Tinggi

AI summary

Kebijakan ekonomi AS di bawah Donald Trump berpotensi menyebabkan resesi.
Inflasi yang tinggi akan mempengaruhi keputusan suku bunga acuan di AS.
Defisit AS diperkirakan akan lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya, mempengaruhi penerbitan obligasi.
Bank Indonesia (BI) mengamati perkembangan ekonomi di Amerika Serikat (AS) yang dipengaruhi oleh kebijakan Presiden Donald Trump. Kebijakan tarif yang diterapkan dapat menyebabkan perlambatan ekonomi, meskipun ada rencana untuk memotong pajak. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa ada kemungkinan resesi di AS dan inflasi yang tinggi membuat suku bunga acuan tidak akan turun dengan cepat.Defisit anggaran AS diperkirakan lebih rendah dari yang sebelumnya diprediksi, yaitu dari 7,7% menjadi 6,4%. Hal ini berdampak pada rencana penerbitan obligasi oleh pemerintah AS, yang tidak akan sebanyak yang diperkirakan sebelumnya. Perry juga menekankan bahwa ketidakpastian di pasar keuangan global tetap tinggi.

Experts Analysis

Gita Wirjawan
Kebijakan fiskal dan moneter AS harus disinergikan agar tidak memicu resesi berkepanjangan yang dapat mengganggu ekonomi global.
Sri Mulyani
Perkembangan ekonomi AS harus diwaspadai karena bisa menciptakan gelombang efek yang mempengaruhi pasar emerging market termasuk Indonesia.
Editorial Note
Kebijakan proteksionis seperti tarif yang diterapkan AS memang dapat memperlambat pertumbuhan karena mengganggu rantai pasok dan konsumsi global. Namun, pengurangan defisit dan kebutuhan obligasi menunjukkan upaya stabilisasi fiskal yang bisa membantu melunakkan dampak dalam jangka menengah.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.