Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Federal Reserve Turunkan Proyeksi Ekonomi AS, Risiko Stagflasi Membayangi

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
20 Mar 2025
278 dibaca
1 menit
Federal Reserve Turunkan Proyeksi Ekonomi AS, Risiko Stagflasi Membayangi

Rangkuman 15 Detik

Federal Reserve menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 1,7%.
Inflasi diperkirakan akan meningkat menjadi 2,8% akibat tarif yang diterapkan.
Kekhawatiran akan resesi meningkat di kalangan pelaku pasar akibat kebijakan perdagangan yang agresif.
Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), baru-baru ini mengurangi proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 1,7%, lebih rendah dari 2,1% yang diperkirakan sebelumnya. Mereka juga menaikkan proyeksi inflasi menjadi 2,8%. Hal ini menunjukkan adanya risiko stagflasi, yaitu ketika inflasi meningkat sementara pertumbuhan ekonomi melambat. Ketua Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa ketidakpastian ekonomi semakin meningkat, terutama karena kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump, yang dapat menaikkan harga barang dan mengurangi belanja konsumen. Survei terbaru menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar khawatir tentang dampak negatif dari tarif tersebut terhadap inflasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi. Lebih dari 70% responden percaya bahwa tarif akan berdampak buruk, dan ada kekhawatiran bahwa kebijakan perdagangan yang agresif dapat mendorong ekonomi AS ke dalam resesi. Ekonom dari Moody's Analytics, Mark Zandi, juga menekankan bahwa berbagai faktor, termasuk perang dagang dan kebijakan pemerintah, dapat mengancam pertumbuhan ekonomi yang baik.

Analisis Ahli

Barry Knapp
Agenda perdagangan Trump yang semakin tidak menentu meningkatkan risiko ekonomi lebih buruk dari sekadar perlambatan sementara.
John Donaldson
Volatilitas kebijakan saat ini belum pernah terjadi sebelumnya dan menciptakan ketidakpastian tinggi di pasar.
Mark Zandi
Perang dagang, pemotongan kerja, dan disfungsi pemerintahan secara kolektif mengancam membawa ekonomi AS ke jurang resesi.