AI summary
Federal Reserve menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 1,7%. Inflasi diperkirakan akan meningkat menjadi 2,8% akibat tarif yang diterapkan. Kekhawatiran akan resesi meningkat di kalangan pelaku pasar akibat kebijakan perdagangan yang agresif. Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), baru-baru ini mengurangi proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 1,7%, lebih rendah dari 2,1% yang diperkirakan sebelumnya. Mereka juga menaikkan proyeksi inflasi menjadi 2,8%. Hal ini menunjukkan adanya risiko stagflasi, yaitu ketika inflasi meningkat sementara pertumbuhan ekonomi melambat. Ketua Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa ketidakpastian ekonomi semakin meningkat, terutama karena kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump, yang dapat menaikkan harga barang dan mengurangi belanja konsumen.Survei terbaru menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar khawatir tentang dampak negatif dari tarif tersebut terhadap inflasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi. Lebih dari 70% responden percaya bahwa tarif akan berdampak buruk, dan ada kekhawatiran bahwa kebijakan perdagangan yang agresif dapat mendorong ekonomi AS ke dalam resesi. Ekonom dari Moody's Analytics, Mark Zandi, juga menekankan bahwa berbagai faktor, termasuk perang dagang dan kebijakan pemerintah, dapat mengancam pertumbuhan ekonomi yang baik.
Kebijakan tarif yang agresif berpotensi memperburuk masalah ekonomi AS dengan memperlambat pertumbuhan dan memicu inflasi lebih tinggi, sehingga mempersulit tugas Federal Reserve. Fed harus sangat berhati-hati dalam menyesuaikan suku bunga agar tidak memperparah kondisi stagflasi yang saat ini sedang mengintai.