Harita Nickel Raih Laba Rp 6,38 Triliun dan Tingkatkan Standar Internasional
Bisnis
Ekonomi Makro
25 Mar 2025
114 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Harita Nickel mencatatkan laba yang signifikan dan pendapatan yang tinggi pada tahun 2024.
Perusahaan berfokus pada efisiensi dan penyelesaian proyek untuk menghadapi tantangan industri nikel.
Inisiatif audit IRMA menunjukkan komitmen Harita Nickel terhadap standar operasi internasional dan prinsip ESG.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk, yang dikenal sebagai Harita Nickel, mencatatkan laba sebesar Rp 6,38 triliun pada tahun 2024. Perusahaan ini menghasilkan pendapatan sebesar Rp 26,97 triliun dan menjual 23,75 juta ton bijih nikel. Selain itu, mereka juga memproduksi feronikel, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), dan nikel sulfat. Harita Nickel berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menyelesaikan proyek yang sedang berjalan, serta menjaga kesehatan keuangan perusahaan.
Untuk menghadapi tantangan di industri nikel, Harita Nickel fokus pada peningkatan standar operasi dan efisiensi biaya. Mereka telah menyelesaikan pembangunan pabrik pengolahan kedua dan smelter kedua, yang meningkatkan kapasitas produksi nikel. Perusahaan juga berencana membangun pabrik untuk memproduksi kapur tohor, yang akan membantu mengurangi biaya produksi. Dengan langkah-langkah ini, Harita Nickel berharap dapat tetap bersaing di pasar nikel global yang penuh tantangan.
Analisis Ahli
Anang Prasetyo (Analis Industri Pertambangan)
Fokus pada ESG dan sertifikasi IRMA adalah kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kepercayaan investor dan membuka pasar ekspor baru bagi Harita Nickel. Peningkatan kapasitas produksi yang signifikan juga menunjukkan kesiapan perusahaan menghadapi permintaan global yang terus berkembang.

