Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank Mandiri Lakukan Buyback Saham Rp 1,17 Triliun untuk Tingkatkan Kepercayaan Investor

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
banking-and-financial-services (12mo ago) banking-and-financial-services (12mo ago)
25 Mar 2025
293 dibaca
1 menit
Bank Mandiri Lakukan Buyback Saham Rp 1,17 Triliun untuk Tingkatkan Kepercayaan Investor

Rangkuman 15 Detik

Bank Mandiri melakukan buyback saham untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Program buyback akan dilaksanakan dari 26 Maret 2025 hingga 25 Maret 2026.
Sumber dana untuk buyback berasal dari kas internal perusahaan dan sesuai dengan ketentuan OJK.
Bank Mandiri (BMRI) telah menyetujui untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 25 Maret 2025. Direktur Keuangan Bank Mandiri, Sigit Prastowo, menjelaskan bahwa buyback ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor dan menyeimbangkan kondisi pasar. Dana untuk buyback akan diambil dari kas internal perusahaan dan pelaksanaannya akan dilakukan dalam waktu 12 bulan setelah RUPS. Program buyback ini juga bertujuan untuk memperkuat nilai jangka panjang perusahaan dan menjaga kepercayaan pemangku kepentingan. Selain itu, saham yang dibeli kembali akan dialihkan untuk program kepemilikan saham bagi pegawai, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Bank Mandiri berkomitmen untuk melaksanakan buyback dengan memperhatikan likuiditas dan peraturan yang berlaku.

Analisis Ahli

Ekonom Senior Rizal Ramli
Buyback saham merupakan strategi yang cerdas bila digunakan di waktu yang tepat karena bisa menambah daya tarik investasi dan menjaga kestabilan pasar modal, namun harus selalu diikuti dengan transparansi dan peningkatan kinerja nyata.
Analis Pasar Modal Mira Susanti
Pembelian kembali saham oleh perusahaan dengan dana internal menunjukkan manajemen yang optimis dengan prospek perusahaan, dan ini bisa menjadi sinyal positif bagi investor yang mencari stabilitas di tengah ketidakpastian pasar.