Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank Mandiri Naik Tajam Dengan Dividen 78%, Investor Semakin Tertarik

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
25 Mar 2025
143 dibaca
1 menit
Bank Mandiri Naik Tajam Dengan Dividen 78%, Investor Semakin Tertarik

AI summary

Saham Bank Mandiri mengalami lonjakan signifikan menjelang RUPS.
Dividen yang dibagikan meningkat menjadi 78% dari laba bersih, menarik perhatian investor.
Pemerintah akan mengelola laba yang diterima dari Bank Mandiri melalui Danantara.
Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami lonjakan hingga 6,73% pada penutupan perdagangan Selasa (25/3/2025), mencapai harga Rp 4.760 per saham. Kenaikan ini dipicu oleh antisipasi investor terhadap Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang membahas pembagian dividen. Bank Mandiri memutuskan untuk membagikan 78% dari laba bersih tahun 2024, yang totalnya mencapai Rp 43,5 triliun, sehingga setiap pemegang saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp 466,18 per saham.Dengan harga penutupan sebelumnya di Rp 4.460, yield dividen Bank Mandiri mencapai 10,45%, yang menarik perhatian banyak investor. Selain itu, 22% dari laba bersih, yaitu Rp 12,27 triliun, akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Pemerintah sebagai pemegang saham utama akan menerima Rp 22,62 triliun dari dividen ini, yang sebelumnya disetorkan ke kas negara, kini akan dikelola oleh Danantara.

Experts Analysis

Ekonom Senior
Keputusan menaikkan payout ratio dividen ke 78% mengindikasikan kepercayaan manajemen terhadap stabilitas laba Bank Mandiri, yang juga dapat mendorong masuknya investasi asing ke sektor perbankan Indonesia.
Analis Saham
Yield dividen yang mencapai hampir 10% adalah daya tarik besar bagi investor income-oriented, tapi tetap perlu waspada terhadap potensi volatilitas pasar dalam konteks kondisi makroekonomi global.
Editorial Note
Lonjakan saham Bank Mandiri menunjukkan betapa pentingnya kebijakan dividen yang agresif dalam menarik minat investor, terutama di pasar saham Indonesia yang masih sensitif terhadap keputusan RUPS. Di sisi lain, alokasi laba yang besar untuk laba ditahan juga menandakan bahwa pihak manajemen berencana menjaga kesehatan keuangan jangka panjang yang bisa mendukung pertumbuhan berkelanjutan bank ini.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.