Tantangan Fiskal dan Moneter Hambat Stimulus Ekonomi Indonesia 2025
Finansial
Kebijakan Fiskal
25 Mar 2025
178 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengusaha merasa pesimis terhadap stimulus fiskal dan moneter di tengah tekanan ekonomi.
Penerimaan pajak yang menurun menjadi tantangan besar bagi pemerintah.
Perbaikan dalam tata kelola perizinan dan investasi diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pengusaha di Indonesia kini tidak lagi berharap banyak pada bantuan dari pemerintah dalam bentuk stimulus fiskal dan moneter untuk menjaga iklim bisnis. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan bahwa pemerintah kesulitan dalam mengumpulkan pajak, yang terlihat dari penurunan penerimaan pajak yang signifikan. Hal ini membuat pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 5,2% menjadi sulit tercapai, terutama di tengah tekanan daya beli masyarakat yang tinggi.
Shinta juga menjelaskan bahwa Bank Indonesia menghadapi tantangan dalam menurunkan suku bunga karena tingginya permintaan dolar AS di Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah perlu memperbaiki cara pengumpulan pajak dan meningkatkan ekspor serta investasi dengan menyederhanakan perizinan dan regulasi. Selain itu, penting juga untuk menurunkan suku bunga pinjaman bagi usaha, terutama yang berorientasi ekspor, agar dapat menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.
Analisis Ahli
Shinta Widjaja Kamdani
Kebijakan fiskal harus fokus pada ekstensifikasi pajak daripada intensifikasi, serta perbaikan perizinan dan regulasi untuk mendorong investasi dan ekspor.

