Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rupiah Melemah ke Level Terburuk Jelang Lebaran, BI Siap Intervensi

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
25 Mar 2025
150 dibaca
1 menit
Rupiah Melemah ke Level Terburuk Jelang Lebaran, BI Siap Intervensi

AI summary

Nilai tukar rupiah mengalami tekanan berat menjelang lebaran.
Penguatan dolar AS berdampak pada banyak mata uang Asia, termasuk rupiah.
Bank Indonesia siap melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan yang berat menjelang lebaran, dengan dolar AS mencapai level tertinggi Rp16.640. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Edi Susianto, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS mempengaruhi banyak mata uang Asia, termasuk rupiah. Pada 25 Maret 2025, rupiah melemah 0,51% menjadi Rp16.635 per dolar AS, yang merupakan level terendah dalam sejarah.Edi juga menyebutkan bahwa di dalam negeri, ada permintaan tinggi untuk dolar AS, terutama untuk pembayaran dividen dan utang. Ekonom Fikri C Permana menambahkan bahwa banyak investor asing menjual aset mereka dan beralih ke dolar AS sebelum libur panjang. Bank Indonesia siap melakukan intervensi di pasar untuk menjaga keseimbangan nilai tukar rupiah.

Experts Analysis

Edi Susianto
Penguatan DXY menjadi pemicu utama melemahnya rupiah bersama dengan demand valas domestik yang cukup tinggi untuk pembayaran dividen dan utang.
Fikri C Permana
Investor asing melakukan switching aset menjelang libur panjang dengan melakukan net sell ke rupiah dan berpindah ke dolar AS, disebabkan juga oleh kebutuhan pembayaran utang pemerintah.
Editorial Note
Pelemahan rupiah ini memang dipengaruhi faktor eksternal yang sulit dikendalikan, seperti sentimen global terhadap dolar AS, namun tekanan domestik yang cukup besar karena kebutuhan valas perlu dikelola lebih efektif oleh pemerintah. Intervensi BI memang penting, tetapi kebijakan fiskal dan strategi pengelolaan utang harus diperkuat agar tekanan pada rupiah bisa berkurang secara berkelanjutan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.