Rupiah Melemah ke Level Terburuk Jelang Lebaran, BI Siap Intervensi
Bisnis
Ekonomi Makro
25 Mar 2025
144 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Nilai tukar rupiah mengalami tekanan berat menjelang lebaran.
Penguatan dolar AS berdampak pada banyak mata uang Asia, termasuk rupiah.
Bank Indonesia siap melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan yang berat menjelang lebaran, dengan dolar AS mencapai level tertinggi Rp16.640. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Edi Susianto, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS mempengaruhi banyak mata uang Asia, termasuk rupiah. Pada 25 Maret 2025, rupiah melemah 0,51% menjadi Rp16.635 per dolar AS, yang merupakan level terendah dalam sejarah.
Edi juga menyebutkan bahwa di dalam negeri, ada permintaan tinggi untuk dolar AS, terutama untuk pembayaran dividen dan utang. Ekonom Fikri C Permana menambahkan bahwa banyak investor asing menjual aset mereka dan beralih ke dolar AS sebelum libur panjang. Bank Indonesia siap melakukan intervensi di pasar untuk menjaga keseimbangan nilai tukar rupiah.
Analisis Ahli
Edi Susianto
Penguatan DXY menjadi pemicu utama melemahnya rupiah bersama dengan demand valas domestik yang cukup tinggi untuk pembayaran dividen dan utang.Fikri C Permana
Investor asing melakukan switching aset menjelang libur panjang dengan melakukan net sell ke rupiah dan berpindah ke dolar AS, disebabkan juga oleh kebutuhan pembayaran utang pemerintah.

