Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rupiah Melemah Terparah Sejarah, Dolar AS Menguat Dipicu Kebijakan Trump dan PMI

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
25 Mar 2025
179 dibaca
1 menit
Rupiah Melemah Terparah Sejarah, Dolar AS Menguat Dipicu Kebijakan Trump dan PMI

AI summary

Rupiah mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar AS.
IHSG menunjukkan tren positif meskipun ada tekanan pada nilai tukar rupiah.
Pernyataan Trump dan data ekonomi AS berpengaruh terhadap pasar global.
Rupiah mengalami penurunan yang signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada 25 Maret 2025, mencapai Rp16.640 per dolar. Ini adalah level terendah dalam sejarah, bahkan lebih rendah dari titik tertinggi sebelumnya pada Maret 2020. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) juga menguat, menunjukkan bahwa dolar AS semakin kuat. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mengalami kenaikan lebih dari 1% pada pagi hari yang sama.Penyebab melemahnya rupiah adalah pernyataan dari Trump yang menyebutkan bahwa tidak semua tarif baru akan diterapkan pada 2 April, sehingga mengurangi kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi AS. Selain itu, data yang menunjukkan kekuatan sektor jasa di AS juga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi, yang berkontribusi pada penguatan dolar AS.

Experts Analysis

Ferry Hadianto (Ekonom Senior)
Pelemahan rupiah ini bersifat temporer dan dipengaruhi oleh sentimen global. Namun Indonesia harus terus memperkuat fundamental ekonomi agar tak masuk ke lingkaran pelemahan berkepanjangan.
Sri Mulyani (Menteri Keuangan Indonesia)
Kebijakan fiskal dan langkah mitigasi risiko makroekonomi yang tepat akan membantu meminimalkan dampak volatilitas nilai tukar terhadap ekonomi domestik.
Editorial Note
Penguatan dolar yang didorong oleh kebijakan AS dan data ekonomi yang kuat memang memberi tekanan pada rupiah, namun penguatan IHSG menunjukkan sentimen domestik masih cukup positif. Jika pemerintah Indonesia berhasil menjaga stabilitas makro dan menarik investasi, tekanan pada rupiah bisa sedikit mereda walaupun risiko eksternal tetap tinggi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.