Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pengusaha Enggan Ekspansi Usaha Karena Daya Beli dan Suku Bunga Tinggi

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
25 Mar 2025
81 dibaca
1 menit
Pengusaha Enggan Ekspansi Usaha Karena Daya Beli dan Suku Bunga Tinggi

AI summary

Pengusaha masih enggan untuk berekspansi karena lemahnya daya beli masyarakat.
Pertumbuhan penjualan di pasar ritel stagnan dan dipengaruhi oleh suku bunga tinggi.
Kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat pengusaha lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan ekspansi.
Pengusaha di Indonesia saat ini masih ragu untuk melakukan ekspansi usaha karena daya beli masyarakat yang belum pulih. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menyatakan bahwa banyak pelaku usaha mengalami perlambatan dalam pertumbuhan penjualan. Survei menunjukkan bahwa 4 dari 10 pelaku usaha melaporkan pertumbuhan penjualan kurang dari 3%. Indeks Penjualan Riil (IPR) juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat rendah, hanya 0,8% dibanding bulan sebelumnya.Kondisi ini disebabkan oleh tingginya suku bunga pinjaman dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang membuat situasi menjadi tidak pasti bagi pengusaha. Shinta menekankan bahwa pengusaha lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi usaha dan hanya akan melakukannya jika permintaan pasar meningkat. Jika daya beli masyarakat membaik, maka ekspansi usaha diharapkan bisa terjadi.

Experts Analysis

Shinta Widjaja Kamdani
Pelaku usaha masih sangat berhati-hati dalam ekspansi karena kondisi pasar domestik yang tidak pasti, suku bunga tinggi, dan nilai tukar rupiah yang lemah.
Editorial Note
Ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh suku bunga tinggi dan nilai tukar yang tertekan memang sangat masuk akal menjadi faktor penghambat ekspansi usaha saat ini. Namun, pemerintah dan otoritas keuangan perlu mengambil langkah terukur untuk mengendalikan inflasi agar memberi kepercayaan pasar, sehingga pelaku usaha tidak terlalu takut berinvestasi dan mengembangkan bisnisnya.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.