Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Emas Melonjak Lewati Rp 50.10 ribu ($3.000) , Saatnya Investasi Emas untuk Lindungi Aset

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
23 Mar 2025
18 dibaca
1 menit
Harga Emas Melonjak Lewati Rp 50.10 ribu ($3.000) , Saatnya Investasi Emas untuk Lindungi Aset

AI summary

Harga emas telah mencapai titik tertinggi dan diprediksi akan terus meningkat.
Bank sentral secara aktif menambah cadangan emas sebagai respons terhadap inflasi.
Investasi dalam real estate juga dapat menjadi alternatif yang baik untuk melindungi nilai terhadap inflasi.
Investor saat ini merasa cemas karena pasar saham mengalami kesulitan akibat ketegangan perdagangan dan tarif. Namun, ekonom Peter Schiff mengatakan bahwa emas menjadi aset yang menonjol di tengah ketidakpastian ini. Pada 17 Maret, Schiff mengumumkan bahwa harga emas telah mencapai $3,000 per ons, dan ia percaya bahwa harga emas akan terus naik, bahkan bisa mencapai $4,000 atau lebih. Ia juga menyoroti bahwa bank sentral di seluruh dunia terus membeli emas, yang menunjukkan bahwa mereka khawatir tentang inflasi yang tinggi.Schiff berpendapat bahwa banyak investor belum menyadari dampak dari inflasi yang terus meningkat. Meskipun inflasi di AS telah menurun dari puncaknya, Schiff yakin bahwa pencetakan uang yang terus-menerus akan menjaga inflasi tetap tinggi dan mendorong harga emas lebih tinggi lagi. Selain emas, Schiff juga menyebutkan bahwa investasi di real estat bisa menjadi pilihan yang baik, karena nilai properti biasanya meningkat seiring dengan inflasi, dan pendapatan sewa juga cenderung naik.

Experts Analysis

Peter Schiff
Melemahnya nilai dolar dan inflasi yang berkelanjutan akan memicu lonjakan harga emas hingga level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Goldman Sachs
Permintaan struktural yang lebih tinggi dari bank sentral menjadi faktor utama dalam kenaikan harga emas secara berkelanjutan.
Editorial Note
Kenaikan harga emas mencerminkan ketidakpercayaan pasar terhadap mata uang fiat, terutama dolar AS, yang terus mengalami pelemahan nilai melalui kebijakan moneter ekspansif. Investor yang belum mempertimbangkan emas sebagai bagian dari portofolio mereka kemungkinan akan menghadapi risiko nyata dari inflasi jangka panjang yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar saat ini.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.