Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Emas Melonjak Lewati Rp 50.10 ribu ($3.000) , Saatnya Investasi Emas untuk Lindungi Aset

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (1y ago) investment-and-capital-markets (1y ago)
23 Mar 2025
38 dibaca
1 menit
Harga Emas Melonjak Lewati Rp 50.10 ribu ($3.000) , Saatnya Investasi Emas untuk Lindungi Aset

Rangkuman 15 Detik

Harga emas telah mencapai titik tertinggi dan diprediksi akan terus meningkat.
Bank sentral secara aktif menambah cadangan emas sebagai respons terhadap inflasi.
Investasi dalam real estate juga dapat menjadi alternatif yang baik untuk melindungi nilai terhadap inflasi.
Investor saat ini merasa cemas karena pasar saham mengalami kesulitan akibat ketegangan perdagangan dan tarif. Namun, ekonom Peter Schiff mengatakan bahwa emas menjadi aset yang menonjol di tengah ketidakpastian ini. Pada 17 Maret, Schiff mengumumkan bahwa harga emas telah mencapai Rp 50.10 juta ($3,000) per ons, dan ia percaya bahwa harga emas akan terus naik, bahkan bisa mencapai Rp 66.80 juta ($4,000) atau lebih. Ia juga menyoroti bahwa bank sentral di seluruh dunia terus membeli emas, yang menunjukkan bahwa mereka khawatir tentang inflasi yang tinggi. Schiff berpendapat bahwa banyak investor belum menyadari dampak dari inflasi yang terus meningkat. Meskipun inflasi di AS telah menurun dari puncaknya, Schiff yakin bahwa pencetakan uang yang terus-menerus akan menjaga inflasi tetap tinggi dan mendorong harga emas lebih tinggi lagi. Selain emas, Schiff juga menyebutkan bahwa investasi di real estat bisa menjadi pilihan yang baik, karena nilai properti biasanya meningkat seiring dengan inflasi, dan pendapatan sewa juga cenderung naik.

Analisis Ahli

Peter Schiff
Melemahnya nilai dolar dan inflasi yang berkelanjutan akan memicu lonjakan harga emas hingga level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Goldman Sachs
Permintaan struktural yang lebih tinggi dari bank sentral menjadi faktor utama dalam kenaikan harga emas secara berkelanjutan.