Mengapa Emas Naik Tajam di Tengah Gejolak Ekonomi dan Politik Global
Bisnis
Ekonomi Makro
10 Sep 2025
175 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga emas telah meningkat lebih dari 40% tahun ini, menunjukkan peningkatan minat investor.
Ketidakpastian geopolitik dan potensi penurunan suku bunga mendorong investor untuk beralih ke emas.
Bank sentral di seluruh dunia telah meningkatkan pembelian emas sebagai cara untuk melindungi nilai aset mereka.
Emas sebagai aset safe haven semakin diminati karena kondisi global yang penuh ketidakpastian dan ketegangan geopolitik. Harga emas tahun ini sudah naik lebih dari 40%, jauh melampaui kenaikan pasar saham dan bahkan bitcoin.
Penurunan nilai tukar dolar AS hampir 10% turut membuat emas menjadi pilihan utama investor untuk melindungi dari inflasi dan depresiasi mata uang. Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed juga mendukung kenaikan harga emas.
Ketegangan politik, termasuk kebijakan perdagangan oleh pemerintahan Trump sebelumnya, mendorong investor untuk mencari perlindungan di aset yang kurang terpengaruh gejolak ekonomi, seperti emas. Bank-bank sentral juga meningkatkan kepemilikan emas mereka.
Data menunjukkan bahwa kepemilikan emas oleh bank sentral asing telah melampaui kepemilikan surat utang AS untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun. Hal ini menandakan hilangnya kepercayaan terhadap dolar AS dan obligasi pemerintah sebagai pilihan investasi aman.
Analis pasar memprediksi harga emas bisa terus naik hingga 5.000 dolar AS per ons jika tekanan politik pada otoritas moneter terus berlanjut. Namun, emas tetaplah aset yang defensif dan stabil, tidak seperti mata uang digital atau teknologi baru yang lain.
Analisis Ahli
Goldman Sachs
Jika independensi Federal Reserve terganggu, emas bisa melonjak hingga 5.000 dolar AS per ons sebagai pilihan alternatif bagi investor mengalihkan dana dari obligasi pemerintah.