Air Lease Dapatkan Ratusan Juta Dollar dari Klaim Pesawat Tertahan di Rusia
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
24 Mar 2025
224 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Air Lease Corp mengalami kerugian signifikan akibat pesawat yang terjebak di Rusia.
Perusahaan telah menerima sebagian dari klaim asuransi yang diajukan terkait kerugian tersebut.
Negosiasi dengan perusahaan asuransi masih berlangsung untuk memulihkan lebih banyak kerugian.
Perusahaan penyewa pesawat, Air Lease Corp, mengumumkan bahwa mereka telah menerima uang tunai sebesar Rp 5.49 triliun ($328,5 juta) sebagai bagian dari penyelesaian asuransi terkait pesawat yang terjebak di Rusia setelah invasi negara itu ke Ukraina. Sebelum invasi pada awal 2022, Rusia merupakan pasar penting bagi penyewa pesawat, yang membeli jet dari Boeing dan Airbus untuk disewakan kepada maskapai penerbangan di negara tersebut. Namun, setelah sanksi dari Barat, penyewa membatalkan sewa mereka, tetapi Rusia menolak untuk mengembalikan pesawat-pesawat tersebut.
Air Lease telah mengklaim total kerugian sebesar Rp 13.21 triliun ($791 juta) dan hingga saat ini telah berhasil mendapatkan sekitar Rp 7.09 triliun ($424,3 juta) dari klaim tersebut. Perusahaan ini masih dalam proses negosiasi penyelesaian dengan perusahaan asuransi lainnya untuk mendapatkan kembali kerugian dari pesawat yang terjebak.
Analisis Ahli
John Strickland (Analis Penerbangan)
Kasus ini menunjukkan betapa rapuhnya jaringan global penyewaan pesawat ketika dihadapkan pada geopolitik dan sanksi internasional. Penyelesaian klaim asuransi adalah langkah penting, tapi belum tentu cukup untuk menstabilkan bisnis jangka panjang para lessor.
