Pembiayaan Agrinas: Dividen Danantara Jadi Prioritas, Bukan PMN Langsung
Finansial
Kebijakan Fiskal
24 Mar 2025
103 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Agrinas akan dibiayai dari dividen Danantara, bukan dari PMN.
Tiga BUMN yang bertransformasi menjadi Agrinas adalah Virama Karya, Yodya Karya, dan Indra Karya.
Pencairan PMN untuk Agrinas harus melalui proses di Kementerian BUMN dan DPR RI.
Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru bernama Agrinas akan dibiayai dari dividen Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, bukan dari Penyertaan Modal Negara (PMN). Agrinas merupakan gabungan dari tiga BUMN yang bergerak di sektor pangan, perkebunan, dan perikanan. Tiga BUMN tersebut adalah Virama Karya, Yodya Karya, dan Indra Karya, yang kini telah berganti nama menjadi bagian dari Agrinas.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa alokasi dividen untuk Agrinas masih akan dibahas lebih lanjut. Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sebelumnya menyebutkan bahwa ada rencana PMN sebesar Rp 8 triliun untuk Agrinas yang sudah tercantum dalam APBN 2025. Namun, pencairan dana tersebut masih menunggu penjelasan dari Kementerian BUMN kepada DPR RI.
Analisis Ahli
Sri Mulyani
Penyuntikan PMN sebesar Rp8 triliun untuk Agrinas sudah disiapkan dalam APBN 2025, ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor pangan nasional.Rosan Roeslani
Dividen Danantara dipertimbangkan sebagai sumber pendanaan agar struktur Agrinas bisa lebih kuat dan berkelanjutan, menunggu evaluasi lebih lanjut.Zulkifli Hasan
Agrinas sebagai bagian dari Danantara harus selaras dengan visi penciptaan lapangan kerja dan pengembangan sektor pangan secara positif.

