Tether Dorong Audit Cadangan Stabilcoin Besar Didukung Kebijakan Trump
Finansial
Mata Uang Kripto
21 Mar 2025
155 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tether berupaya untuk meningkatkan transparansi dengan melakukan audit cadangan.
Sikap pro-kripto Donald Trump diharapkan dapat mempermudah audit bagi Tether.
Tether merupakan pembeli besar U.S. Treasury bills, menunjukkan kekuatan finansialnya.
Tether, perusahaan yang membuat stablecoin terbesar di dunia, sedang bekerja sama dengan salah satu dari empat firma akuntansi besar untuk melakukan audit cadangan mereka. CEO Tether, Paolo Ardoino, mengatakan bahwa audit ini menjadi lebih mungkin dilakukan setelah pemilihan presiden AS, di mana Donald Trump berjanji untuk mendukung industri kripto. Tether telah menerbitkan lebih dari Rp 2.34 quadriliun ($140 miliar) dalam bentuk cryptocurrency yang dipatok pada dolar AS dan berencana untuk meningkatkan transparansi cadangannya.
Audit ini diharapkan dapat memberikan kejelasan tentang cadangan yang dimiliki Tether, yang saat ini hanya dilaporkan setiap kuartal. Tether juga baru saja merekrut Simon McWilliams sebagai kepala keuangan untuk membantu proses audit ini. Selain itu, Tether telah membeli lebih dari Rp 552.77 triliun ($33,1 miliar) surat utang pemerintah AS, menjadikannya salah satu pembeli terbesar utang pemerintah.
Analisis Ahli
Paolo Ardoino
Audit ini akan membawa transparansi dan legitimasi yang sangat dibutuhkan oleh industri stablecoin yang selama ini diragukan.Simon McWilliams
Kami berkomitmen untuk memastikan proses audit berjalan transparan dan dapat diandalkan bagi seluruh pemegang token.Hannah Lang
Upaya audit ini menunjukkan perubahan sikap kripto terhadap regulasi dan transparansi, terutama dengan dukungan dari pemerintahan AS saat ini.


