TLDR
Tether berupaya untuk meningkatkan transparansi dengan melakukan audit cadangan. Sikap pro-kripto Donald Trump diharapkan dapat mempermudah audit bagi Tether. Tether merupakan pembeli besar U.S. Treasury bills, menunjukkan kekuatan finansialnya. Tether, perusahaan yang membuat stablecoin terbesar di dunia, sedang bekerja sama dengan salah satu dari empat firma akuntansi besar untuk melakukan audit cadangan mereka. CEO Tether, Paolo Ardoino, mengatakan bahwa audit ini menjadi lebih mungkin dilakukan setelah pemilihan presiden AS, di mana Donald Trump berjanji untuk mendukung industri kripto. Tether telah menerbitkan lebih dari $140 miliar dalam bentuk cryptocurrency yang dipatok pada dolar AS dan berencana untuk meningkatkan transparansi cadangannya.Audit ini diharapkan dapat memberikan kejelasan tentang cadangan yang dimiliki Tether, yang saat ini hanya dilaporkan setiap kuartal. Tether juga baru saja merekrut Simon McWilliams sebagai kepala keuangan untuk membantu proses audit ini. Selain itu, Tether telah membeli lebih dari $33,1 miliar surat utang pemerintah AS, menjadikannya salah satu pembeli terbesar utang pemerintah.