Sri Mulyani Tegaskan Deflasi Bukan Krisis, Industri Manufaktur Masih Tumbuh
Bisnis
Ekonomi Makro
22 Mar 2025
68 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda krisis meskipun ada PHK.
Deflasi yang terjadi disebabkan oleh kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga barang yang diatur.
Industri manufaktur Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif meskipun ada tantangan di beberapa perusahaan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa meskipun ada masalah pemutusan hubungan kerja (PHK) dan daya beli masyarakat yang melemah, kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih normal dan tidak menuju krisis. Ia menyebutkan bahwa deflasi yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh penurunan harga yang diatur pemerintah, bukan karena daya beli masyarakat yang menurun. Deflasi ini tercatat pada awal tahun 2025, dengan angka deflasi bulanan 0,76% pada Januari dan 0,48% pada Februari.
Sri Mulyani juga menyatakan bahwa meskipun ada beberapa pabrik yang mengalami kebangkrutan, industri manufaktur di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang positif. Misalnya, industri tekstil tumbuh 4,3% dan industri alas kaki tumbuh 6,8% pada tahun 2024. Kinerja positif ini juga tercermin dalam Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang menunjukkan angka ekspansi, yang berarti permintaan dan produksi masih baik.
Analisis Ahli
Sri Mulyani Indrawati
Kebijakan pemerintah menurunkan harga-harga yang diatur memang berhasil menimbulkan deflasi tanpa mencerminkan krisis, serta manufaktur masih tumbuh dan menopang perekonomian Indonesia.

