Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Microsoft Ingin Lacak Pengaruh Data Pelatihan AI untuk Hargai Kreator

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
21 Mar 2025
121 dibaca
1 menit
Microsoft Ingin Lacak Pengaruh Data Pelatihan AI untuk Hargai Kreator

AI summary

Microsoft meluncurkan proyek untuk mengeksplorasi pengaruh data pelatihan pada model AI generatif.
Jaron Lanier berkontribusi pada konsep 'data-dignity' yang menghubungkan pencipta dengan hasil karya digital.
Perusahaan-perusahaan AI menghadapi tantangan hukum terkait penggunaan data yang dilindungi hak cipta.
Microsoft sedang meluncurkan proyek penelitian untuk memperkirakan pengaruh contoh pelatihan tertentu pada hasil yang dihasilkan oleh model AI generatif, seperti teks dan gambar. Proyek ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dampak data tertentu, seperti foto dan buku, dapat diukur dengan cara yang efisien. Hal ini penting karena banyak perusahaan AI menghadapi tuntutan hukum terkait penggunaan data yang dilindungi hak cipta untuk melatih model mereka. Microsoft sendiri sedang menghadapi beberapa tantangan hukum dari pemegang hak cipta, termasuk dari The New York Times.Proyek ini melibatkan Jaron Lanier, seorang ahli teknologi, yang mengusulkan konsep "data dignity" atau penghormatan terhadap data. Ia percaya bahwa penting untuk menghubungkan karya digital dengan orang-orang yang membuatnya, sehingga mereka bisa diakui dan mungkin mendapatkan imbalan. Beberapa perusahaan lain juga mencoba melakukan hal serupa dengan memberikan kompensasi kepada pemilik data berdasarkan pengaruh mereka. Namun, Microsoft mungkin juga berusaha untuk menghindari masalah hukum dan regulasi yang dapat mengganggu bisnis AI mereka.

Experts Analysis

Jaron Lanier
Data dignity adalah pendekatan revolusioner yang dapat mengubah bagaimana nilai karya kreatif dihargai di era AI melalui pengakuan langsung atas kontribusi individual, yang dapat membuka jalan bagi ekosistem kreatif yang lebih adil dan berkelanjutan.
Editorial Note
Inisiatif Microsoft menunjukkan kesadaran pentingnya keadilan dan transparansi dalam pelatihan AI, tapi tetap perlu kehati-hatian agar tidak hanya jadi alat 'ethics washing'. Keberhasilannya sangat bergantung pada implementasi teknis serta niatan serius memperbaiki hubungan antara perusahaan AI dan kreator data asli.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.