Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

IHSG Anjlok 7% Akibat Ketidakpastian Global, Ini Respons Pasar Modal Indonesia

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
21 Mar 2025
115 dibaca
1 menit
IHSG Anjlok 7% Akibat Ketidakpastian Global, Ini Respons Pasar Modal Indonesia

Rangkuman 15 Detik

IHSG merupakan indikator penting dari kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
Ketidakpastian global, terutama dari kebijakan luar negeri AS, dapat mempengaruhi pasar modal Indonesia.
Langkah-langkah seperti buyback tanpa RUPS dapat diambil untuk merespons penurunan tajam di pasar saham.
Ketua Komisi XI DPR, Muhammad Misbakhun, mengatakan bahwa bursa saham sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi. Setelah IHSG turun drastis hingga 7%, Komisi XI DPR, Lembaga Penjamin Simpanan, dan Bank Indonesia mengadakan rapat untuk membahas situasi ini, terutama setelah Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat yang menambah ketidakpastian. Pada tanggal 19 Maret 2025, IHSG mengalami penurunan yang signifikan, sehingga perdagangan dihentikan sementara. Namun, dalam dua hari berikutnya, IHSG mulai pulih. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengeluarkan kebijakan relaksasi buyback untuk membantu pasar. Meskipun ada perbaikan, pada tanggal 21 Maret 2025, IHSG kembali turun 2,09% dengan hampir semua sektor perdagangan mengalami penurunan, kecuali sektor teknologi yang mengalami kenaikan.

Analisis Ahli

Muhammad Misbakhun
Pasar modal adalah barometer penting untuk kepercayaan ekonomi, dan kondisi saat ini memerlukan perhatian serius dari semua pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas.
Otoritas Jasa Keuangan
Relaksasi buyback saham tanpa RUPS merupakan langkah inovatif untuk membantu menstabilkan pasar modal di tengah tekanan eksternal.