TLDR
Sanksi baru AS terhadap Iran berdampak signifikan pada harga minyak global. Penurunan stok bensin di AS menunjukkan adanya permintaan bahan bakar yang kuat. Kenaikan harga minyak dapat berlanjut jika ketegangan geopolitik meningkat. Harga minyak dunia naik pada Jumat dini hari (21/3/2025) karena sanksi baru dari Amerika Serikat terhadap Iran dan penurunan stok bensin di AS. Harga minyak Brent ditutup di US$72,25 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mencapai US$68,37 per barel. Sanksi ini menargetkan perusahaan dan kapal yang memasok minyak Iran, termasuk kilang di China yang dikenal sebagai "Teapot refinery," yang sebelumnya membeli minyak Iran dengan harga diskon.Selain itu, laporan dari Administrasi Informasi Energi AS menunjukkan bahwa meskipun pasokan minyak mentah meningkat, stok bensin justru turun 0,5 juta barel. Penurunan ini menunjukkan bahwa permintaan bahan bakar masih tinggi. Kombinasi sanksi terhadap Iran dan data pasokan yang mendukung membuat harga minyak berpotensi terus naik, terutama jika ketegangan geopolitik meningkat.