TLDR
AI dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan jaringan listrik. Konsorsium Open Power AI melibatkan banyak perusahaan besar untuk kolaborasi dalam sektor energi. Pengembangan model AI dan dataset khusus akan membantu industri listrik dalam manajemen energi. Perusahaan pembuat chip Nvidia, bersama dengan perusahaan teknologi seperti Microsoft dan perusahaan energi besar, berusaha memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan operasi sektor energi. Meskipun AI sering dianggap mengonsumsi banyak energi, AI juga memiliki potensi untuk membuat jaringan listrik lebih efisien, membantu mengintegrasikan teknologi baru, dan menurunkan biaya. Baru-baru ini, lembaga nonprofit Electric Power Research Institute (EPRI) meluncurkan Open Power AI Consortium, yang bertujuan untuk mengumpulkan perusahaan, peneliti akademis, dan pihak lain untuk mengembangkan solusi baru yang sesuai untuk industri listrik.Lebih dari dua puluh perusahaan, termasuk AWS, Oracle, dan Duke Energy, terlibat dalam inisiatif ini. EPRI percaya bahwa AI dapat merevolusi sektor energi dengan meningkatkan keandalan jaringan, mengoptimalkan kinerja aset, dan memungkinkan manajemen energi yang lebih efisien. Rencana selanjutnya adalah mengembangkan model AI, dataset, dan menciptakan lingkungan kolaborasi di mana utilitas, startup, akademisi, dan laboratorium nasional dapat bekerja sama dalam topik ini.