Beijing Gagas Strategi AI Plus untuk Revolusi Sektor Energi 2030
Teknologi
Kecerdasan Buatan
08 Sep 2025
157 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Tiongkok berkomitmen untuk mengintegrasikan AI ke dalam sektor energi untuk meningkatkan efisiensi.
Adanya rencana untuk mengembangkan proyek percontohan dan skenario aplikasi untuk AI di sektor energi.
Tiongkok berusaha menjadi pemimpin global dalam penerapan teknologi AI di sektor energi pada tahun 2030.
Beijing, sebagai ibu kota Tiongkok, berencana mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau AI secara luas dalam sektor energi agar dapat meningkatkan efisiensi dan inovasi. Dalam strategi yang diberi nama "AI Plus", pemerintah ingin memperkuat hubungan antara teknologi komputer dan listrik khususnya di jaringan listrik serta industri batu bara, minyak, dan gas.
Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) bersama dengan Badan Energi Nasional menetapkan kerangka kerja penggunaan AI di sektor energi yang ditargetkan selesai pada tahun 2027. Rencana tersebut meliputi pembuatan lima model AI khusus untuk sektor energi dan pengembangan lebih dari 10 proyek percontohan yang bisa direplikasi dengan 100 skenario aplikasi.
Tujuan utamanya adalah menjadikan Tiongkok sebagai pemimpin dunia dalam penggunaan AI di sektor energi pada 2030. Dengan menguatkan infrastruktur digital yang sudah ada, pemerintah menganggap sektor energi punya potensi besar untuk jadi pionir dalam adopsi teknologi baru ini serta mempercepat kemajuan smart energy atau energi pintar yang efisien dan berkelanjutan.
Selain itu, ada pula rencana pembangunan platform penelitian dan inovasi AI khusus bidang energi, serta pelatihan tenaga ahli yang menguasai baik teknologi AI maupun isu energi. Langkah ini juga didukung dengan upaya membangun sistem pendanaan agar penelitian dan aplikasi AI terus berkembang sesuai dengan kondisi nasional.
Semua langkah ini menunjukkan ambisi Beijing dalam mendorong revolusi digital di sektor energi yang berdampak positif tidak hanya pada efisiensi energi tetapi juga pada pengembangan teknologi ramah lingkungan, sekaligus memperkuat posisi Tiongkok dalam peta inovasi teknologi global.
Analisis Ahli
Kai-Fu Lee
Inisiatif ini menunjukkan visi cemerlang Tiongkok dalam menggabungkan AI dengan infrastruktur nasional untuk mencetak keunggulan kompetitif di pasar dunia.Fei-Fei Li
Pengembangan AI khusus sektor energi harus memperhatikan isu etika dan dampak sosial agar teknologi ini benar-benar inklusif dan berkelanjutan.

