TLDR
Tony Gilroy menolak menerbitkan skrip Andor karena kekhawatiran terhadap penggunaan AI. Kekhawatiran tentang AI di kalangan kreator semakin meningkat, terutama terkait hak cipta dan perlindungan karya. Perusahaan besar seperti Disney dan Lionsgate terlibat dalam pengembangan teknologi AI meskipun ada penolakan dari para kreator. Tony Gilroy, pembuat acara Andor, memutuskan untuk tidak menerbitkan naskah acara tersebut meskipun sudah siap, karena khawatir naskahnya akan digunakan untuk melatih sistem kecerdasan buatan (AI). Dia merasa bahwa membagikan naskah tersebut akan membantu AI lebih banyak daripada yang seharusnya. Gilroy mengungkapkan bahwa keputusannya ini didorong oleh kekhawatiran tentang bagaimana karya seniman bisa digunakan tanpa izin untuk membuat alat AI yang bisa menggantikan mereka.Kekhawatiran tentang penggunaan AI dalam industri kreatif semakin meningkat, terutama setelah serikat pekerja di Hollywood melakukan pemogokan untuk meminta perlindungan terhadap penggunaan naskah yang ditulis oleh AI dan pembuatan replika digital aktor tanpa izin. Beberapa perusahaan besar, seperti Disney dan Lionsgate, telah menjalin kemitraan dengan perusahaan AI, tetapi banyak seniman tetap khawatir tentang dampak teknologi ini terhadap pekerjaan mereka.