AI summary
Investor merasa khawatir dengan perubahan prioritas pemerintah di bawah Prabowo Subianto. Pasar saham Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, menciptakan ketidakpastian di kalangan investor. Dana kekayaan negara Danantara menimbulkan kekhawatiran tentang transparansi dan intervensi politik. Optimisme tentang Indonesia setahun yang lalu sangat tinggi, terutama setelah Prabowo Subianto terpilih sebagai presiden. Banyak investor berharap Prabowo akan melanjutkan kebijakan pro-bisnis dari mantan Presiden Joko Widodo. Namun, sekarang mereka menghadapi masalah baru karena rencana kesejahteraan Prabowo yang mahal dapat membebani keuangan negara dan mengganggu aktivitas ekonomi. Hal ini menyebabkan penurunan tajam di pasar saham Indonesia, yang bahkan memicu penghentian perdagangan untuk pertama kalinya sejak pandemi.Investor kini khawatir tentang kesehatan keuangan publik Indonesia, termasuk defisit anggaran dan penurunan pendapatan negara. Meskipun ada sedikit harapan setelah regulator pasar saham melonggarkan aturan buyback saham, pasar saham Indonesia tetap menjadi salah satu yang terburuk di dunia. Banyak investor asing telah menarik dana mereka dari saham Indonesia, dan ada ketidakpastian tentang arah kebijakan pemerintah yang baru.
Perubahan arah kebijakan yang tidak jelas dan peningkatan beban fiskal menunjukkan pemerintah baru belum siap mengelola ekspektasi pasar dan kebutuhan ekonomi nyata. Tanpa transparansi dan langkah reformasi fiskal yang tegas, Indonesia bisa kehilangan posisi sebagai tujuan investasi favorit di Asia Tenggara.