AI summary
Rupiah menunjukkan stabilitas meskipun pasar saham mengalami gejolak. Kebijakan ekonomi global, terutama dari AS, memiliki dampak signifikan terhadap pasar modal Indonesia. Bank Indonesia berkomitmen untuk melakukan intervensi guna menjaga stabilitas nilai rupiah. Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa nilai tukar rupiah relatif stabil meskipun pasar saham Indonesia mengalami banyak gejolak dalam dua bulan terakhir. Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah tetap stabil dibandingkan dengan negara lain, meskipun pasar saham menghadapi penurunan yang signifikan. Dia juga menyoroti bahwa kebijakan ekonomi dari Presiden AS, Donald Trump, berpengaruh besar terhadap pasar modal global, termasuk Indonesia, yang menyebabkan keluarnya modal sebesar Rp 22 triliun dari pasar saham.Meskipun ada tantangan di pasar saham, BI mencatat bahwa instrumen investasi seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masih menarik aliran modal masuk sebesar Rp 25 triliun. Destry menegaskan bahwa BI akan terus berperan aktif di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah dan memberikan kepercayaan kepada investor bahwa fluktuasi nilai tukar ini bersifat sementara.
Stabilitas rupiah yang relatif terjaga menunjukkan keberhasilan kebijakan moneternya di tengah tekanan global yang cukup berat. Namun, ketergantungan pasar saham terhadap sentimen eksternal masih menjadi tantangan utama yang perlu diantisipasi dengan strategi makroprudensial lebih agresif ke depan.