Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank Indonesia Pastikan Rupiah Stabil di Tengah Deflasi dan Penguatan Dolar AS

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
19 Mar 2025
220 dibaca
1 menit
Bank Indonesia Pastikan Rupiah Stabil di Tengah Deflasi dan Penguatan Dolar AS

Rangkuman 15 Detik

Rupiah diperkirakan akan stabil berkat inflasi yang rendah.
Deflasi terjadi menjelang Ramadan dan Lebaran, yang biasanya meningkatkan tekanan inflasi.
Nilai tukar rupiah lebih kuat dibandingkan mata uang negara mitra dan negara maju lainnya.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pihaknya akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah karena inflasi di Indonesia sangat rendah. Hingga Februari 2025, Indonesia bahkan mengalami deflasi sebesar 0,09% menjelang Ramadan dan Lebaran, yang biasanya menyebabkan inflasi tinggi. Perry juga menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah menunjukkan tren penguatan, meskipun ada sedikit pelemahan terhadap dolar AS di awal perdagangan pada 19 Maret 2025. Meskipun rupiah melemah 0,3% menjadi Rp16.470 per dolar AS, Perry optimis bahwa nilai tukar rupiah akan tetap stabil berkat prospek ekonomi Indonesia yang baik. Dia menambahkan bahwa nilai tukar rupiah lebih terkendali dibandingkan dengan mata uang negara lain, bahkan lebih kuat dibandingkan mata uang negara maju di luar Amerika Serikat.

Analisis Ahli

Sri Mulyani
Menjaga stabilitas nilai tukar sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mencegah dampak negatif inflasi.
Ferry Julanto
Deflasi pada kondisi sekarang memberikan ruang bagi BI untuk menjaga rupiah tanpa harus menaikkan suku bunga secara agresif.