Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Meski Bursa Saham Turun Drastis
Bisnis
Ekonomi Makro
19 Mar 2025
156 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meskipun ada gejolak di pasar saham.
Tingkat inflasi dan pertumbuhan kredit menunjukkan kondisi ekonomi yang stabil.
Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus yang positif.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa perekonomian Indonesia masih dalam kondisi baik meskipun bursa saham sempat turun. Ia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa beberapa indikator ekonomi menunjukkan hasil positif, seperti inflasi yang rendah, indeks keyakinan konsumen yang tinggi, dan pertumbuhan kredit yang baik. Cadangan devisa juga masih cukup tinggi, dan sektor industri seperti makanan, minuman, dan tekstil terus tumbuh.
Airlangga menambahkan bahwa neraca perdagangan Indonesia juga surplus, dengan ekspor mencapai US$ 14 miliar. Ia percaya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara lain seperti Malaysia dan Chile. Secara keseluruhan, ia menegaskan bahwa fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan stabil.
Analisis Ahli
Sri Mulyani Indrawati
Fundamental ekonomi yang kuat seperti inflasi rendah dan surplus perdagangan menunjukkan Indonesia masih punya ruang untuk mempertahankan stabilitas makroekonomi di tengah tekanan eksternal.John Hawksworth (Economist di PwC)
Pertumbuhan kredit dan kepercayaan konsumen yang tinggi adalah sinyal positif bahwa ekonomi domestik tetap resilient, walaupun pasar saham sedang mengalami tekanan.


