Kekhawatiran Perang Dagang Picu Penurunan Tajam Saham Asia dan Penguatan Yen
Bisnis
Ekonomi Makro
11 Mar 2025
49 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kekhawatiran tentang perang dagang dapat memicu penurunan pasar saham secara global.
Investor beralih ke aset aman seperti yen Jepang dan emas di tengah ketidakpastian ekonomi.
Perubahan kebijakan perdagangan dapat berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan pasar saham.
Saham di Asia jatuh tajam pada hari Selasa karena kekhawatiran tentang perang dagang yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi AS dan menyebabkan resesi. Komentar Presiden Donald Trump tentang "periode transisi" dan ketidakpastiannya mengenai tarif yang diterapkan membuat investor merasa cemas, sehingga mereka beralih ke yen Jepang yang lebih aman. Indeks saham di Jepang dan Taiwan turun sekitar 3 persen, sementara indeks saham China dan Hong Kong juga mengalami penurunan.
Pasar saham AS sebelumnya sudah mengalami penurunan besar, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan terbesar dalam satu hari tahun ini. Para analis memperkirakan bahwa Federal Reserve mungkin akan menurunkan suku bunga lebih banyak tahun ini. Di sisi lain, harga minyak juga turun karena kekhawatiran bahwa tarif AS akan memperlambat permintaan energi di seluruh dunia. Sementara itu, harga emas naik mendekati rekor tertinggi yang dicapai bulan lalu.
Analisis Ahli
Prashant Newnaha
Pasar sadar bahwa pemerintahan akan tetap melanjutkan kebijakan ini meskipun saham turun drastis; ini akan menjadi 'controlled demolition' yang bertujuan menurunkan inflasi melalui resesi ringan.Kyle Rodda
Pendekatan agresif pada perdagangan menimbulkan kekhawatiran perlambatan ekonomi besar dan kemungkinan resesi, memperlihatkan bahwa investor merasa Trump tidak mendukung keberlangsungan pasar saham.
