Pasar Saham Asia Tertekan Karena Tarif AS dan Ketegangan Geopolitik Meningkat
Bisnis
Ekonomi Makro
21 Mar 2025
10 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif AS mempengaruhi pasar saham secara global.
Data inflasi Jepang yang lebih baik dari perkiraan meningkatkan harapan untuk kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan.
Permintaan untuk aset safe haven seperti emas tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi.
Saham-saham di Asia mengalami penurunan pada hari Jumat karena kekhawatiran geopolitik yang semakin dalam dan ketakutan terhadap tarif AS yang dapat mempengaruhi ekonomi global. Investor menjadi lebih berhati-hati, sehingga harga emas tetap tinggi. Indeks saham Asia-Pasifik turun 0,85 persen, dengan saham di China, Hong Kong, Taiwan, dan Indonesia mengalami penurunan tajam. Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong turun lebih dari 2 persen, meskipun masih mencatatkan kenaikan 18 persen sepanjang tahun ini.
Di Jepang, indeks Nikkei naik 0,3 persen berkat data inflasi yang lebih baik dari perkiraan, yang meningkatkan harapan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank of Japan. Para investor kini menunggu rincian tentang tarif baru yang akan diberlakukan oleh pemerintah Trump pada 2 April, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, harga minyak naik dan emas sedikit turun, tetapi tetap menunjukkan permintaan yang kuat sebagai aset aman.
Analisis Ahli
Charu Chanana
Pasar akan terus dipengaruhi oleh risiko pertumbuhan dan ketegangan tarif yang memicu volatilitas yang berkelanjutan.Ray Sharma-Ong
Ketidakpastian terbesar adalah besaran tarif timbal balik yang dapat memaksa pasar untuk menilai ulang risiko penurunan ekonomi lebih jauh.Min Joo Kang
Jika ketegangan perdagangan tidak memburuk lebih dari yang diantisipasi pasar, Bank of Japan kemungkinan tidak akan mengubah rencana kenaikan suku bunganya.