Pasar Saham Asia Jatuh Akibat Kekhawatiran Perang Dagang dan Resesi AS
Bisnis
Ekonomi Makro
11 Mar 2025
92 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kekhawatiran akan perang dagang dapat memicu penurunan pasar saham secara global.
Pernyataan Donald Trump mengenai tarif dan resesi mempengaruhi sentimen investor.
Safe havens seperti yen Jepang dan franc Swiss menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian pasar.
Saham-saham di Asia mengalami penurunan tajam setelah Wall Street jatuh, karena kekhawatiran tentang perang dagang yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi AS dan menyebabkan resesi. Dalam sebuah wawancara, Presiden Donald Trump menyebutkan "periode transisi" dan tidak bisa memprediksi apakah tarif yang dikenakan akan menyebabkan resesi. Hal ini membuat investor merasa cemas, sehingga mereka beralih ke yen Jepang sebagai tempat aman untuk berinvestasi. Indeks S&P 500 dan Nasdaq di AS mengalami penurunan terbesar tahun ini, dan pasar Asia juga merasakan dampaknya dengan banyak indeks saham yang turun.
Investor kini lebih memilih aset aman seperti yen Jepang dan franc Swiss, sementara nilai dolar AS menurun. Para analis percaya bahwa kebijakan tarif yang diterapkan pemerintah AS dapat menyebabkan penurunan ekonomi, dan pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga lebih banyak tahun ini. Harga minyak juga turun karena kekhawatiran bahwa tarif AS akan memperlambat ekonomi global dan mengurangi permintaan energi.
Analisis Ahli
Prashant Newnaha
Meskipun penurunan pasar akibat kebijakan tarif tampak keras, administrasi Trump dianggap bersikap tegas untuk mendorong disinflasi melalui mekanisme pasar yang disebut sebagai 'controlled demolition'.Tony Sycamore
Sentimen pasar menurun tajam dari optimisme setelah pemilu menjadi kekhawatiran serius mengenai resesi akibat ketidakpastian kebijakan dan data ekonomi yang mengecewakan.