Penjualan Ritel AS Melambat: Apa Artinya untuk Ekonomi 2025?
Bisnis
Ekonomi Makro
17 Mar 2025
237 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Penjualan ritel di bulan Februari tidak memenuhi ekspektasi, menunjukkan potensi perlambatan ekonomi.
Revisi penjualan ritel bulan Januari menjadi lebih buruk, menambah kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi.
Kondisi pasar tenaga kerja akan menjadi faktor kunci dalam menentukan pengeluaran konsumen di masa depan.
Penjualan ritel di AS meningkat 0,2% pada bulan Februari, tetapi angka ini lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom, yang mengharapkan kenaikan 0,6%. Selain itu, penjualan ritel bulan Januari direvisi menjadi penurunan 1,2%, yang menunjukkan bahwa ekonomi AS mungkin tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan. Meskipun ada sedikit peningkatan, para ahli ekonomi percaya bahwa pengeluaran konsumen akan melambat tajam dalam kuartal ini, tetapi tidak seburuk yang mereka khawatirkan sebelumnya.
Laporan ini muncul di tengah perubahan pandangan tentang ekonomi AS. Penjualan ritel bulan Januari adalah yang terburuk dalam setahun dan memicu penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Ketidakpastian mengenai kebijakan tarif Presiden Donald Trump juga membuat pasar saham mengalami penurunan, dengan indeks S&P 500 turun lebih dari 8% dari rekor tertinggi yang dicapai pada 19 Februari.
Analisis Ahli
Stephen Juneau
Sampai ada masalah signifikan di pasar tenaga kerja, perlambatan besar dalam konsumsi kemungkinan tidak akan terjadi.Stephen Brown
Pengeluaran konsumen diperkirakan akan melambat tajam pada kuartal ini, namun tidak separah yang diperkirakan sebelumnya.