Penjualan Ritel AS Naik Tipis di Februari, Ekonomi Masih Dilanda Tekanan Tarif dan PHK Massal
Bisnis
Ekonomi Makro
17 Mar 2025
72 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Penjualan ritel menunjukkan pemulihan yang moderat meskipun ada tantangan ekonomi.
Sentimen konsumen menurun akibat kebijakan tarif dan PHK pegawai pemerintah.
Proyeksi pertumbuhan GDP menunjukkan kemungkinan kontraksi di kuartal pertama.
Penjualan ritel di Amerika Serikat mengalami peningkatan sebesar 0,2% pada bulan Februari setelah mengalami penurunan 1,2% di bulan Januari. Meskipun ada kenaikan, para ekonom memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan melambat karena adanya tarif impor dan pemecatan massal pegawai pemerintah yang dapat mempengaruhi pengeluaran konsumen. Sentimen konsumen juga menurun ke level terendah dalam hampir dua setengah tahun, yang menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan mungkin tidak akan bertahan lama.
Penjualan ritel yang tidak termasuk mobil, bensin, bahan bangunan, dan layanan makanan meningkat 1,0% di bulan Februari, setelah penurunan 1,0% di bulan Januari. Meskipun ada harapan untuk pemulihan, banyak ekonom memperkirakan bahwa pengeluaran konsumen akan melambat secara signifikan pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh pesat. Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa ekonomi mungkin tumbuh sekitar 1,2% pada kuartal ini.
Analisis Ahli
Scott Bessent
Menyebut periode ini sebagai 'detoks' ekonomi karena transisi dari pengeluaran publik ke pengeluaran swasta, yang bisa memperlambat dinamika ekonomi sementara.