AI summary
Saham Nvidia mengalami penurunan yang signifikan akibat kekhawatiran investor. Acara GTC mendatang menjadi momen penting bagi CEO Jensen Huang untuk memberikan informasi yang dapat mempengaruhi harga saham. Analisis teknis menunjukkan bahwa saham Nvidia mungkin oversold dan ada potensi untuk pemulihan. Investor Nvidia (NVDA) mengalami tahun yang tidak biasa, dengan sahamnya turun 10% karena kekhawatiran tentang dampak perang dagang dengan China dan kemungkinan kelebihan pembangunan infrastruktur AI. Saham Nvidia saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan 50, 100, dan 200 hari, yang menunjukkan hilangnya momentum. Namun, analis Rich Ross menyebutkan bahwa indikator teknis menunjukkan saham Nvidia mungkin sudah oversold, dan ia percaya bahwa langkah selanjutnya adalah kenaikan.CEO Nvidia, Jensen Huang, akan memiliki kesempatan untuk memperbaiki situasi ini pada acara tahunan GTC yang akan diadakan pada 18 Maret. Di acara tersebut, Huang diharapkan memberikan informasi tentang chip generasi berikutnya dan peluang pasar AI yang lebih besar. Meskipun ada tekanan dari volatilitas pasar dan berita tentang China, analis Bank of America, Vivek Arya, tetap optimis dan memberikan rekomendasi beli untuk saham Nvidia dengan target harga $200, yang menunjukkan potensi kenaikan sekitar 68%.
Situasi saham Nvidia saat ini memang mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik dan tren teknologi yang berubah cepat, namun potensi fundamental perusahaan dalam AI tetap kuat. Momentum negatif ini bisa menjadi peluang beli bagi investor yang mengantisipasi katalis dari event GTC yang sangat dinantikan.